Kutulis doa ini untukmu, perempuanku
sebab aku ingin mencatatmu dalam
hitungan tahun yang panjang
—seperti hitungan takzim dan ketukan kerinduan
yang saling bersentuhan
Selalu ada dunia berpendar di mata kekasih
Lalu kita belajar berharap bahwa Cinta seperti ibu
yang melahirkan kita
Seperti keteduhan yang acap meluruskan muram
dan sunyi yang kerap melengkapi malam
Aku ingin mencintaimu, kekasihku
seperti kelak begitu mesranya anak-anak kecil
mencium kedua belahan pipiku
Sebelum hati-hati kuikat tali sepatuku
Sebelum pelan kau masukkan setiap kancing bajuku
Sebelum kelak kau bercerita padaku
bahwa doa-doa semalam hanyut di arus gerimis
Lalu separuhnya terselip diantara
angka-angka kalender dan temaram
Dan jika waktu adalah batu-batu
maka kita akan berjalan jauh menapakinya
Sampai akhirnya kita akan mengetuk pintu
dengan perasaan yang perkasa menerima setiap
suara kenyataan yang dihadirkan deritnya
Disana aku menjadi telaga bagi resahmu
Dan kau menjadi telaga bagi gelisahku
Selalu ada tanda yang tersisa untuk diterjemahkan
—barangkali luka dan kekhawatiran
Selalu ada makna yang diraih ketika pedih dicerna
dengan hati yang bersih, sikap yang lembut dan
pikiran yang tak lagi kalut
Hidup ini, kekasihku, seperti ribuan helai panjang
hitam rambutmu
Ada saatnya aku terlalu gemetar mengurainya
Ada saatnya kau begitu rapi menggerainya
Ada saatnya kau tak bisa lengkap merabanya
Ada saatnya aku aku begitu pasti membelainya
Atau begitu sepi langitmu dan anak-anak kecil
tampak berlarian nakal di teras mesjid ini
Atau begitu perihnya pikiranku dan kulihat bayi kecil
menangis di pangkuan bapaknya
Atau begitu harumnya kebersamaan dan aku ingin
menemanimu mencium aromanya
Atau kelak kita akan mengajari anak-anak yang penakut
untuk menulis puisi dengan bolpoint yang tiba-tiba
tintanya kering, jiwa yang tiba-tiba kering
Kutulis doa ini untukmu, perempuanku
sebab aku ingin mencatatmu dalam
hitungan tahun yang panjang
—seperti hitungan menempuhi ketabahan dan
harapan yang bersahutan
Dan jika waktu adalah restu
maka kita akan belajar saling mempertautkan kehalusannya
Selalu, kekasihku, aku ingin mencintaimu
Jadilah ibu bagi puisi-puisiku yang berserak
Jadilah ibu bagi anak-anakku kelak....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar