Ini adalah sebuah surat cinta. Dan kalo kamu ga mau membacanya, maka lupakanlah. Anggap aku tidak pernah menulis, tutup saja, jangan kamu klik, dan biarin aja ini ada di kotak masuk imel kamu...ato mungkin kamu pengen delete..??terserah kamu...
Tapi kalo kamu masih tertarik untuk membacanya – dan aku tau kamu tertarik, siapa yang akan bisa menolak sebuah surat cinta? Kamu pasti penasaran, betul, kan? Maka bacalah. Dalem hati, jawablah pertanyaanku.
pernahkah kamu ngerasain jatuh cinta pada pandangan pertama?
pernahkah kamu merindukan seseorang yang cuman ada dalam bayanganmu tanpa pernah ketemu?
Apa yang kamu mengerti tentang cinta?
Apa jika sahabatmu mencintaimu, itu adalah kesalahan?
Sudah. cuman itu...
Kamu bisa pilih cara formal, semiformal, atau silang saja untuk menjawabnya. Aku pilih cara formal untuk menyampaikannya. Karena kamu sahabatku, dan aku tidak ingin memberi jebakan padamu. Aku laki laki dan kamu perempuan. Dan aku sedang melanggar adat. Maka biarlah aku melanggar adat dengan kesopananku yang tersisa.
Aku tidak pernah menulis surat cinta sebelumnya{lewat imel}, dan orang-orang pasti akan melakukan hal yang sama sepertiku. Mengaku sebelum malu. Kamu pernah begitu, kan? Menyampaikan surat cinta pada cowo pujaanmu, si dia yang kamu puja-puja di setiap keadaan? Pernah begitu (lewat bulletin board friendster, biasanya)? Maaf kalau surat cinta ini membuatmu ingin muntah...
Aku emang blom tau segala hal tentangmu. Dan aku tau, kamu juga blom tau segala hal tentangku,tapi persahabatan kita kayana udah begitu deket walo cuman lewat ym ato sms? kita saling menjaga utuh persahabatan kita. Tapi seperti yang kamu tahu, aku selalu mencoba mencari cara untuk mengungkapkan perasaan,walo kita ga pernah ketemu. Tapi aku yakin kamu pasti ngerti...
Lagipula, aku terlalu egois. Aku terlalu sibuk berkeliling dalam kehidupanku sendiri, berputar, dan kembali lagi, jatuh cinta padamu. Aku tidak sempat menyadari ada benih-benih itu di antara kita. Dan saat aku sadari, aku tidak tahu harus melakukan apa. Entah bagaimana cara menyatakannya....karna kita emang blom pernah ketemu..
Aku membaca banyak buku, untuk menulis ini. Sepuluh novel cinta dalam seminggu, belasan puisi dalam sehari, dan beberapa film bertemakan cinta. Kamu harus mengganti rugi waktuku mempelajari semua roman picisan itu, sungguh. Kamu harus mengerti perasaanku....hehe..aneh ya,....??
Bagaimana dengan permainan-permainan konyol itu? Seperti puisi jenaka yang dicipta banyak penyair. Bermain selendang, bermain kartu, mencuri-curi foto, berlari kejar-kejaran, kamu menemaniku tidur di lantai bersama hingga terbatuk-batuk keesokan harinya, kamu tau kan cerita cerita cinta kaya gitu? Apa itu yang membuat timbulnya cinta?..ahh fiksi banget ya...tapi aku ngalamin..
Aku tidak tau kapan timbulnya rasa ini, dan ribuan pertanyaan tentang keberadaanmu selama ini....
Aku sukalagu padi yang judulna maha dewi, aku sering mendengar lagu itu sekarang. Kalau kamu bukan satu-satunya, kenapa rasanya jiwaku begitu yakin bakal bahagia kalo seandainya aku berada di sisimu? Kenapa hati ini selalu tertuju untukmu?padahal tau tentang kamu aja blom...aneh...
Jujur. Lucu menulis surat cinta untukmu. Sementara kita blom pernah ketemu, kita saling mencela. Lucu untuk harus jatuh cinta padamu. Sedang kita ga pernah saling tau apalagi ketemu....
Dan akhirnya aku mengerti, tidak ada yang ku tau tentang cinta sebelum ini. Kita tidak bisa memilih kepada siapa cinta akan ditujukan,kapan cinta itu akan datang karena cintalah yang menemukanku, perasaan ini berat untuk kusampaikan. kepala ku pusing, mual dan bahuku bergetar hebat. Aku ingin menangis.....
Dan aku tau aku harus bertindak lebih rasional, ya seharusnya begitu. Seharusnya aku simpan saja perasaan ini. Simpan di lemari es hatiku, hingga membeku, dan basi. Seharusnya aku hancurkan saja rasa cinta ini. Karena sumpah demi Tuhan, aku tidak ingin persahabatan kita hancur hanya karena surat ini....
Tapi perasaan ini begitu kuat menghancurkan semua pikiran rasional yang kumiliki. Pertanyaan seperti “apa kamu akan merasa heran,kesel,marah?” selalu muncul di benakku..karna aku udah sok kenal sama kamu...malahan lancang dan begitu gampang...beuuh..apapun anggapan kamu,aku ga peduli..karena kamu emang ga pernah tau apa yang aku rasain pas aku liat wajah kamu{walo cuman foto},ngbrol lewat tlp..ato sekedar say hi via sms...aku ngerasa begitu yakin kalo kamu itu emang seseorang yang selama ini aku cari....
Menurutmu, kenapa aku harus menulis ini melalui imel? Kenapa ga lewat sms, testi di fs, comment di blogmu, atau posting langsung terang-terangan di blogku?
Kalau kamu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, balaslah lewat imel juga, ya.
Aku mencintaimu.
DUDSKIE
Yours truly friend
Tidak ada komentar:
Posting Komentar